..........*** KENANGAN 3 hari 3 malam di CIREBON ***...............
Reported by Andre Febrima (RnD)
#KEBERANGKATAN
Hari itu, Kamis sehabis shalat maghrib di Masjid al jihad UNPAD, semua laskar ISEG mengadakan apel keberangkatan di gerbang utama kampus UNPAD. Dengan disirami lampu yang temaram dari pos satpam sentinel, acara berlangsung dengan santai namun khidmat.

Acara dibuka oleh sang jenderal SDT sekaligus manager divisi Internal affair Muhammad Iqbal, lalu dilanjutkan sambutan presiden ISEG kg Wir. Pukul 7 malam, semua ISEGers naik ke bus yang akan mengantarkan melalui "jalur jalan cinta sang pejuang" ke kota cirebon. Malam di perjalanan sangatlah menyenangkan apalagi diselingi oleh nyanyian merdu penuh semangat sang vokalist ISEG, saudara Wawan.
Jalur ke Cirebon dari Bandung awalnya dimulai dari perjalanan menapaki jalur tol Pasteur-Cileunyi. Selang lima menit setelah keluar dari gerbang tol cileunyi kita akan menemui derah jatinangor. Daerah yang dikhususkan sebagai sentra pendidikan yang duhuni kampus mentereng seperti IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), IKOPIN (Institut Manajemen koperasi Indonesia), UNWIM (Universitas Winaya Mukti) dan kampus UNPAD Jatinagor. Lalu melewati jalur sempit pendakian curam Tanjung Sari yang berliku-liku. Jalan ini mengingatkan saya akan perjalanan dari payakumbuh ke Padang sewaktu masih SMA dulu. Di sebelah kanan terlihat dua buah bukit yang penduduk setempat menamainya gunung geulis. Mungkin bentuknya yang menyerupai seorang gadis yang lagi tidur. Di sebelah kiri terlihat lampu-lampu perumahan dan tentunya kos-kosan mahasiswa dan kampus jatinangor yang berkerlap-kerlip.
Lima belas menit sehabis Tanjung Sari, kita memasuki jalan yang melalui punggung bukit yaitu cadas pangeran. Jalur ini rawan longsor bila hujan turun, apalagi jalur yang padat ini sering dilalui oleh truk-truk batubara yang melebihi beban yang seharusnya diizinkan. Konon disini di abad XIV pangeran sumedang*2 bertemu dengan gubernur jenderal Hidia Belanda H.W. Deandels. sewaktu sang jenderal mengulurkan tangan kanannya buat bersalaman, sang pangeran menyambutnya dengan memegang tangan kanan sang Gubernur jendral dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan menghunuskan sebilah keris ke arah leher sang Gubernur Jenderal. Ini merupakan wujud perlawanan sang pangeran atas pengerahan rakyat sumedang melakukan kerja paksa membangun jalur Anyer-Panarukan di wilayah sumedang larang. ---layak untuk diteladani---
Hujan gerimis mengguyur bus sehabis melewati kota sumedang, kira-kira di daerah Cimalaka. Satu jam kemudian di perbatasan sumedang dan majalengka terjadi antrean panjang..... wajah rekan-rekan ISEG sudah kelihatan lelah, ataupun abis bangun tidur (tersangka : Wira Cs) ataupun wajah ceria LUcky ^^. lagi macet nich. Bus mulai berjalan merayap namun kemacetan belum berhenti. Setelah lima belas menit kami melewati sebuah truk yang bagian depannya terlihat ringsek akibat kecelakaan di ruas sebelah kiri arah Bandung. Oh ini rupanya yang jadi biang kemacetan, mudah-mudahan tidak terjadi hal buruk pada sopir truk itu. Pukul 1 dinihariakhirnya rombongan tiba di cirebon dengan selamat. CIREBON, we'Rre Coming !!!
# WELCOME
Tujuan kita adalah rumah saudara Ayat "Michael" di daerah Arjawinangun Cirebon. Rombongan disambut senyum dan tangan terbuka Ayahanda dan keluarga rekan Ayat yang telah menunggu sepanjang malam berlalu. Jika akhwat ditempatkan di rumah utama, maka ikhwan kebagian di rumah yang satu lagi yang tidak terlampau jauh dari rumah utama. Subhanallah, ternyata di dalam rumah sudah ada makanan yang menunggu mulai dari makanan khas Cirebon, Pisang, Salak dan jenis lainnya yang tidak dapat disebutkan (penulis gak tau namanya.... klu di padang disebut gepang) tanpa menunggu lama, makanan itu telah dikelilingi ikhwan-ikwan bermuka ceria dengan mata berseri-seri.

ya iyalah, apalagi anak-anak C44. Sementara itu, terlihat Wawan celingak celinguk periksa tas, saku dan kantong-kantongnya. Ada apa ya ??? Ternyata Wawan kehilangan dompetnya, diduga dompet itu jatuh di Bus yang dinaiki, sabar yah Wawan. Mudah-mudahan ntar ketemu lagi.... karena rasa lelah dan penat mulai menghinggapi badan konsekwensi menempuh perjalanan, satu persatu Ikhwan mulai mencari wilayah kekuasaan buat istirahat melepas lelah dan bersiap melakukan kegiatan keesokan harinya.*** hari pertama. SELESAI Hari ke 2. JUMAT
#BANGUN PAGI
Pagi menjelang, jam di handphone menunjukkan pukul setengah lima pagi. Semua ikhwan langsung bangun dan tak lupa gosok gigi. Hari kedua pun dimulai dengan shalat subuh berjamaah di mushalla depan rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga pagi. Senam bersama dipimpin oleh Dian dan Iqbal.

Sehabis senam, terlihat seorang ikhwan yang inisialnya WM berniat membersihkan tangan di kran air taman, ketika hendak memutar kran air, kran itu copot dan meledaklah air segar di pagi yang pertama membasahi baju dan wajahnya. Selesai mandi dilanjutkan dengan makan pagi. Kita makan di luar ruangan samping rumah di atas kursi-kursi taman yang artistik. Sayup-sayup terdengar suara kereta api lewat yang jalurnya tidak terlalu jauh dari tempat kami berada. Lingkungan di sekitar rumah kg ayat terlihat tenang dan asri jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
#PELATIHAN MOTIVASI
pukul 10 sesi pelatihan pertama dimulai, materinya filsafat oleh Dr. Briatibiningsih, M.Phil Dosen filsafat FIB UI yang juga penulis buku kartini dari sisi lain. Banyak dari kita menganggap kalau belajar filsafat itu susah dan berat, namun sebenarnya tidak. Secara bahasa filsafat adalah proses berfikir yang sistematis dan radikal untuk mendapatkan sebuah kebenaran atau kebijaksanaan akan hakikat suatu hal.

Pelatihan ini sangat menarik, namun berhubung hari jumat dan jarum jam menunjukkan pukul 11.30 WIB, acara ditutup karena ikhwan akan melaksanakan shalat jumat berjamaah di masjid. sebelum dibubarkan, peserta mendapatkan PR dari pak Asep kususanto untuk memikirkan dan mencari hakikat
apa itu BERFIKIR.... ???
apa itu BERFIKIR.... ???
apa itu BERFIKIR.... ???
apa itu BERFIKIR.... ???

Dari rumah Ayat menuju masjid melewati jalan pintas menyusuri gang-gang sempit berliku. di masjid kita ambil wudhu di sebelah utara. Ngantri lagi karena ditemui cuma ada dua kran air. Sempat heran juga.... ^^ namun setelah memasuki masjid dan duduk, baru diketahui ternyata tempat wudhu utamanya ada di sebelah selatan. Tapi gak apa-apa kok, nikmatin aja. Abis shalat jumat, kita langsung disambut hidangan makan siang. Kali ini kita duduk lesehan di atas karpet yang telah di sediakan. Setelah makan terlihat Roby mulai sibuk mengutak-atik rubik mencari jalan bagaimana cara menyelesaikannya.
# PELATIHAN JURNALISTIK
Ayo Menulis !!! Acara dilanjutkan dengan pelatiahn jurnalistik. Disini kita diajarkan bagaimana cara menulis yang baik dan tips menembus dunia penerbitan. Materi disampaikan pak Banu Hartanto. Beliau pernah menjadi seoarang jurnalis di Majalah TEMPO.

inti materi:
### semua orang bisa menulis,
### berlatih terus-menerus,
### jangan pernah menyerah.

Hari ke 3. SABTU
#RIHLAH
Menyalurkan hobi sekaligus melihat daerah daerah baru. hari ini kita jalan-jalan ke tempat wisata di daerah kuningan dan Cirebon. Objek-objek yang dikunjungi: Kuningan : * Museum perjanjian Linggajati di kaki gunung ciremei, desa linggarjati, Kuningan disini kita melihat-lihat foto-foto suasana perjanjian linggajti, melihat kamar delegasi, diorama perundingan, taman yang begitu luas, dan panorama gunung ciremei yang menjulang tinggi. Disini kita tak lupa melakukan foto-foto bareng, dan dua hal unik. Pertama adegan slow motion seorang stunt man yang memukau, abdul. dengan persiapan yang dirasa OK, abdul mulai melakukan ancang-ancang melompat dari atas teras gedung ke arah rumput, tapi ternyata salah satu kakinya nyangkut di tembok pagar dan abdul melompat seolah orang yang mau terjun ke kolam renang, padahal itu lapangan rumput. Tapi hebat. Ini anak blasteran arab kayaknya punya bakat main pilem.


* Curug Sidomba menuruni puluhan anak tangga kita sampai di sebuah curug dengan ketinggian sekitar sepuluh meter. disini kita foto bareng dan melihat ikan-ikan gemuk berenang-renang di kolam yang dibuat khusus dibawah air terjun.

* performance tiap departemen penampilan bakat terpendam tiap departemen... Cirebon : * makan siang di warung Jepun


* melihat kerajinan batik Tawa riang menghampiri kita dalam setiap aktifitas hari ini, masih terbayang rasanya buah korma dari wawan, permen Foxs warna kuning. Ataupun kardus Aqua gelas yang teronggok di belakang bus angkutan wisata yang menunggu untuk dinikmati. Hari ke 4. MINGGU Tidak terasa sudah hari ke tiga. Berarti hari ini tiba di penghujung acara dan kita akan meninggalkan cirebon. Banyak kenangan yang tinggal disini. semua tawa dan sedih, kekompakan, kebersamaan rekan-rekan yang mengharukan, dan komitmen yang muncul untuk memajukan ISEG sebagai rumah ke dua kita. Semoga teman-teman tidak sombong dan melupakan komitmen kita sebagai saudara di bawah naungan bendera ISEG. Marilah kita hayati dan renungkan...

ISEG FOR NOW AND FOREVER
ISEG FOR NOW AND FOREVER
ISEG FOR NOW AND FOREVER |